Tashih Juz'iyyah Program Tahfidz SMA Islam Al Azhar 15 Semarang, Jaga Hafalan Al-Qur’an Tetap Mutqin
Menjaga hafalan Al-Qur’an tentu membutuhkan proses yang konsisten. Tidak cukup hanya menambah hafalan baru, tetapi hafalan yang sudah diperoleh juga perlu terus dijaga dan diperkuat. Hal inilah yang menjadi salah satu ikhtiyar dalam Program Unggulan Tahfidz di SMA Islam Al Azhar 15 Semarang, salah satunya melalui kegiatan Tashih Juz’iyyah.
Tashih Juz’iyyah merupakan proses pengujian atau verifikasi hafalan Al-Qur’an yang dilakukan secara sebagian, yaitu per juz. Sederhananya, ketika seorang murid telah menyelesaikan hafalan satu juz secara penuh, hafalan tersebut kemudian diuji untuk memastikan kelancaran dan ketepatannya. Jika mampu melewati proses tersebut, murid memperoleh predikat hafalan yang mutqin, atau hafalan yang kuat dan terjaga.
Pada Sabtu, 12 September 2026, dua murid peserta Program Unggulan Tahfidz SMA Islam Al Azhar 15 Semarang mengikuti Tashih Juz’iyyah. Mereka adalah Ananda Neila Rahma Alfiyani, murid kelas X B yang akrab dipanggil Neila, dan Ananda Fidel Arcadia Alviano, murid kelas XI A yang akrab dipanggil Alvin.
Dalam kesempatan tersebut, Neila melaksanakan tashih Juz 26, sedangkan Alvin mengikuti tashih Juz 30. Keduanya menunjukkan semangat untuk menjaga hafalan yang telah diperoleh sekaligus terus meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an.

(Ananda Neila XB sedang merampungkan Tashih Juz 26)
Menurut Bapak Muhammad Baihaqi, S.Kom.I., M.Pd., selaku Guru Tahfidz SMA Islam Al Azhar 15 Semarang, Tashih Juz’iyyah menjadi bagian penting dalam perjalanan tahfidz para murid.
“Harapannya dengan Tashih Juz’iyyah ini, Ananda dapat semakin melancarkan hafalan yang didapatnya dan berkah Al-Qur’an senantiasa meliputi kita semua,” ungkapnya.
Bagi sekolah yang berkomitmen menghadirkan pendidikan Islam berkualitas, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan Qur’ani. Sebagai salah satu SMA Islam Terbaik di Semarang, SMA Islam Al Azhar 15 tidak hanya mendorong murid untuk mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membiasakan mereka untuk menjaga, mengulang, dan meningkatkan kualitas hafalannya.
Tashih Juz’iyah juga menjadi pelengkap dari kegiatan murojaah mandiri. Dengan murojaah yang dilakukan secara rutin dan pengujian hafalan secara berkala, murid memiliki kesempatan untuk mengetahui sejauh mana kekuatan hafalannya. Proses ini sekaligus melatih kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiyar SMA Islam Al Azhar 15 Semarang dalam memberikan pendampingan terbaik bagi peserta Program Unggulan Tahfidz. Sebagai SMA Islam Terbaik di Semarang, sekolah berupaya agar pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi juga membentuk karakter murid yang dekat dengan Al-Qur’an.
Menariknya, Tashih Juz’iyyah juga menjadi bagian dari persiapan menuju tahapan yang lebih tinggi. Pada jenjang akhir sebelum kelulusan, murid peserta Program Unggulan Tahfidz akan mengikuti munaqosyah, yaitu ujian hafalan akhir yang diuji langsung oleh Tim dari LPTQ.
Dengan demikian, setiap proses hafalan yang dijalani sejak awal menjadi bekal penting menuju munaqosyah. Semoga langkah Neila dan Alvin dalam menjaga hafalan Al-Qur’an dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya untuk terus mencintai, menghafal, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
